TUGAS PENGANTAR MANAJEMEN"TUMBANGNYA BLACKBERRY MESSENGER"
NAMA : RINA RAHMAWATI
NIM : 5232300097
JURUSAN : D4 AKUNTANSI PERPAJAKAN
POLITEKNIK "API" YOGYAKARTA
2023
KASUS: KEPEMIMPINAN
Mulai 31 Mei 2019, aplikasi pesan instan BBM, yang dulunya bernama Blackberry Messenger, resmi setop beroperasi di Indonesia. Itu artinya BBM tidak akan beroperasi lagi di seluruh dunia. Indonesia negara terakhir yang masih mengoperasikan BBM.
Dalam pesan terakhirnya kepada para pengguna di Indonesia, BBM mengatakan setop beroperasi setelah tiga tahun lalu mengawali perjalanan ntuk memperbaharui BBM. "Time to Say GOOD BYE" ujar pesan yang disampaikan kepada pengguna BBM, kala itu. "BBM akan berhenti beroperasi pada 31 Mei 2019. Terima kasih sudah menjadi bagian dari perjalanan BBM di Indonesia."
Penghentian operasi ini sebenarnya tidak terlalu mengejutkan. Sebab, BBM memang kalah bersaing dengan aplikasi pesan instan seperti WhatsApp, LINE, Kakao Talk hingga WeChat.
Sejatinya, BBM pernah sempat jaya di awal tahun 2000-an. Nama BBM melambung seiring dengan meningkatnya pengguna ponsel BlackBerry. Maklum, BBM hanya bisa digunakan oleh pengguna ponsel BlackBerry. Artinya menggunakan sistem tertutup dan dikembangkan sendiri.
Namun kesuksesan ini membuat BlackBerry cepat berpuas diri. Manajemen ogah menanggapi serius kehadiran iPhone dan android serta beralihnya industri seluler ke tampilan layar sentuh.
Ternyata keputusan ini salah. Perubahan teknologi ke layar sentuh dan kehadiran android terutama, membuat BlackBerry mulai ditinggalkan. Banyak para developer mengembangkan layanan pesan instan di android yang bersifat terbuka ketimbang di BlackBerry.
Salah satu yang fenomenal adalah WhatsApp. Dengan cepat layanan pesan instan ini dipakai banyak orang karena pengguna bisa berkomunikasi dengan pengguna ponsel bermerek lain.
BlackBerry memang menyadari kesalahanya. Manajemen akhirnya meluncurkan BBM versi android. Namun, hal ini ternyata sudah terlambat. Strategi menutup diri yang diterapkan sebelumnya telah memberikan jalan bagi layanan pesan instan lainnya untuk tumbuh dengan cepat. (**)
Sumber: https://www.cnbcindonesia.com/tech/20190419164832-37-67737/kisah-di-balik-tumbangnya-blackberry-messenger
ANALISIS PENYEBABNYA:
Beberapa faktor yang mempengaruhi tumbangnya BlackBerry Messenger antara lain:
1. Kurangnya inovasi dan aplikasi yang relevan
2. Pilihan desain ponsel yang tidak menarik
3. Kompetisi yang ketat dari Apple (iOS) dan Google (Android)
4. Kesalahan strategi perusahaan
5. Kegagalan manajemen dalam mengantisipasi perkembangan teknologi
6. Keputusan manajemen yang tidak serius dalam menanggapi kehadiran iPhone dan Android serta beralihnya industri seluler ke layar sentuh
Dari faktor-faktor tersebut, dapat dilihat bahwa kegagalan BlackBerry dalam mengantisipasi perkembangan teknologi dan perubahan pasar menjadi penyebab utama kehancuran BlackBerry. Hal ini menunjukkan pentingnya respons cepat terhadap perubahan pasar dan teknologi dalam menjaga daya saing suatu produk atau layanan.

good job nduk😇🤲
BalasHapusWah bagus bangett, terimaksih sudah nulis, semangatt yah untuk next nya
BalasHapustrimss kak tita🥰
Hapuskerenn
BalasHapus👍👍👍
BalasHapussemangat kk
BalasHapusKeren kak
BalasHapusBukan main, Keren kak..Semangat terus yaww
BalasHapus😍👍
BalasHapussmngt best✨️
BalasHapusWaww aku suka aku suka
BalasHapussemangattt🙌
BalasHapusgood job rin🙌🙌
BalasHapus